Pendidikan adalah hak fundamental yang seharusnya dapat dinikmati oleh setiap anak tanpa hambatan. Namun, bagi anak-anak Palestina, sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga medan perlawanan terhadap penindasan dan pencabutan hak-hak dasar mereka. Di tengah propaganda Israel yang berusaha mengaburkan narasi perjuangan Palestina, sistem pendidikan di wilayah pendudukan menghadapi tantangan besar—dari penghancuran sekolah, blokade bahan ajar, hingga upaya sistematis untuk menghapus identitas Palestina dari kurikulum.
Narasi Israel: Menyempitkan Ruang Pendidikan Palestina

Israel selama bertahun-tahun telah membangun narasi bahwa pendidikan di Palestina terhambat bukan karena pendudukan, tetapi akibat ketidakmampuan pemerintah Palestina sendiri. Narasi ini terus dipropagandakan ke dunia internasional untuk mengaburkan fakta bahwa Israel secara langsung berperan dalam membatasi akses pendidikan di Palestina. Beberapa strategi yang digunakan antara lain:
- Pembatasan Kurikulum Palestina
Di Yerusalem Timur dan beberapa daerah di Tepi Barat, otoritas Israel berusaha menggantikan kurikulum nasional Palestina dengan kurikulum Israel yang telah disensor. Tujuannya adalah untuk menghapus pelajaran sejarah Palestina, perlawanan terhadap pendudukan, dan identitas nasional dari generasi muda Palestina. - Penghancuran dan Penutupan Sekolah
Banyak sekolah Palestina, terutama yang didirikan di Area C (wilayah yang dikontrol penuh oleh Israel), dihancurkan dengan alasan tidak memiliki izin. Padahal, mendapatkan izin dari otoritas Israel adalah hal yang hampir mustahil bagi warga Palestina. - Militerisasi di Sekitar Sekolah
Siswa Palestina kerap menghadapi intimidasi dalam perjalanan ke sekolah, mulai dari pos pemeriksaan yang memperlambat akses mereka hingga serangan militer yang mengganggu kegiatan belajar-mengajar. Bahkan, beberapa sekolah di Tepi Barat dan Gaza mengalami serangan langsung, menyebabkan korban di kalangan siswa dan guru.
Membangun Pendidikan Palestina yang Merdeka
Di tengah upaya sistematis untuk menekan sistem pendidikan Palestina, rakyat Palestina terus berjuang untuk mempertahankan hak mereka atas pendidikan. Mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga mencari cara-cara inovatif untuk memastikan bahwa pendidikan tetap berjalan.
- Sekolah Darurat dan Kelas Bawah Tanah
Ketika sekolah dihancurkan atau ditutup, komunitas Palestina sering kali mendirikan kelas darurat di rumah-rumah, tenda, bahkan bawah tanah untuk memastikan anak-anak tetap bisa belajar. - Kurikulum Perlawanan
Meskipun ada upaya untuk menghapus sejarah Palestina dari buku pelajaran, para guru dan orang tua tetap berusaha mengajarkan identitas dan perjuangan Palestina secara informal. Buku-buku yang telah disensor oleh Israel kerap didistribusikan secara diam-diam agar siswa tetap mendapatkan perspektif sejarah yang benar. - Belajar di Tengah Blokade dan Krisis
Di Gaza, yang terus diblokade selama lebih dari satu dekade, pendidikan tetap berjalan meskipun infrastruktur hancur. Guru-guru berusaha mengajar dengan sumber daya terbatas, sementara siswa tetap bersemangat menuntut ilmu meskipun di tengah keterbatasan listrik dan akses internet.
Membela Hak Pendidikan Palestina di Mata Dunia
Perjuangan pendidikan di Palestina bukan hanya tanggung jawab masyarakat Palestina sendiri, tetapi juga membutuhkan dukungan komunitas internasional. Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membela hak pendidikan Palestina antara lain:
- Menekan Lembaga Internasional untuk Mengambil Tindakan
PBB, UNESCO, dan organisasi pendidikan lainnya harus lebih tegas dalam mengutuk penghancuran sekolah dan pembatasan kurikulum di Palestina. - Menyebarkan Narasi yang Benar tentang Pendidikan Palestina
Media internasional sering kali mengabaikan atau memutarbalikkan fakta terkait perjuangan pendidikan di Palestina. Masyarakat global harus aktif menyebarkan informasi yang benar mengenai realitas di lapangan. - Mendukung Bantuan dan Inisiatif Pendidikan di Palestina
Banyak organisasi non-pemerintah yang berusaha membantu sistem pendidikan Palestina melalui penyediaan dana, buku, atau fasilitas belajar. Dukungan terhadap inisiatif-inisiatif ini bisa menjadi cara konkret untuk membantu anak-anak Palestina tetap bersekolah.Baca Juga: Upaya Pendidikan di Tengah Propaganda: Bagaimana Palestina Bertahan?
Pendidikan Palestina bukan hanya soal akses ke sekolah, tetapi juga soal mempertahankan identitas, sejarah, dan hak untuk merdeka. Selama masih ada siswa yang berangkat ke sekolah meski harus melewati pos pemeriksaan, selama masih ada guru yang mengajar meski tanpa gaji, dan selama masih ada orang tua yang memperjuangkan hak belajar anak-anaknya, maka pendidikan Palestina akan tetap menjadi simbol perlawanan dan harapan bagi masa depan yang lebih adil.